Ini sambungan dari tulisan pertama soal Pabrik Air Minum Dalam Kemasan.
Jika sudah di uji lab dan kandungan fisika-biologi air baku Bapak/Ibu memenuhi syarat, Bapak/Ibu harus memutuskan-dan ini tahap yang keempat-, jenis air yang akan di produksi air mineral atau air demineral.
Air mineral dikenal umum sebagai air yang
mengandung mineral didalamnya. Mineral di air biasanya bersifat anorganik. Mesin yang dibutuhkanuntuk membuat
air mineral tidak banyak dan tidak rumit. Harganya juga relatif murah. Untuk
kapasitas 1000-3000L/jam bisa didapatkan di harga kurang dari Rp.100.000.000,-
Sedangkan air
demineral adalah air dengan kandungan mineralnya dikurangi atau
ditiadakan.Namun untuk kepentingan brand dan harga jual, air demineral ini disebut
sebagai air ekstra oksigen, air kesehatan, air alkali,dan sebagainya. Untuk
menjadi air demineral, Bapak ibu menambahkan mesin Reverse Osmosis (RO) atau mesin Demineral. Gunakan salahsatu
saja, jangan keduanya.
“Bagaimana
kalau keduanya Pak?”Nggak
apa-apa, itu seperti
menembak hewan yang sudah mati
Untuk mesin RO kapasitas terkecil 1300L/Jam kami biasanya jual harga Rp.35.000.000,-
Untuk mesin Demineral tidak jauh beda.
Untuk mesin RO kapasitas terkecil 1300L/Jam kami biasanya jual harga Rp.35.000.000,-
Untuk mesin Demineral tidak jauh beda.
Oh iya, sudah
tau nilai positif dan negatif menggunakan dua mesin tersebut? Mau tau? Hehehe.
Begini, mesin RO positifnya tidak menggunakan bahan kimia dalam proses produksinya.
Air ‘hanya’ dimampatkan dalam membran
superkecil dan tipis yang dimiliki mesin ini.Kekurangannya? Mesin pompa kerap
kali rusak karena pemaksaan itu tadi, membran sering ganti (setidaknya 3 bulan
sekali), dan yang paling sayang adalah airnya dibuang 50% dari total air baku
yang masuk. Kalau Bapak/Ibu seperti saya yang percaya air itu hidup, rasanya
iba membuang volume air sebanyak itu, airnya tentu menangis :’(.
Sekarang
jenis mesin kedua, yaitu mesin Demineral. Mesin demineral ini
kebalikan mesin RO. Positifnya dapat menghasilkan air yang lebih banyak
dibandingkan mesin RO karena air hanya ‘dilewatkan’ di tabung-tabung yang ada
(melibatkan tabung Anion dan tabung Kation). Rasanya air menjadi lebih fresh
dan enak (menurut saya sih). Mesin ini juga sedikit buangannya, hanya waktu
mencuci mesin saja, dan itu hanya dilakukan sore atau pagi hari kalau mesinnya
oke punya. Kelemahannya,tabung anion dan kation akan dilewati oleh cairan kimia
ketika mesin dicuci.
Kenapa mesin perlu dicuci?
Untuk diketahui air demineral ini memiliki TDS 0-100, para pengusaha cenderung lebih suka TDS antara 0-10. Ketika TDS sudah naik dan tidak diinginkan, artinya mesin harus dicuci.
Mencuci ini istilahnya backwash. Nah proses pencucian ini biasanya melibatkan
HCL dan NaOH. Apakah ada jalan lain? Ada, dan sayangnya mahal dibandingkan
pakai duet kimia itu tadi. Disini sering terjadi pertentangan, kalau HCL dan
NaOH masuk di mesin, apa enggak mengkontaminasi air? Sampai hari ini kami
masih berpendapat enggak. Karena kalau HCL masih ada di mesin, maka air akan menjadi
terasa asam (pH dibawah 7), atau kalau NaOH masih ada di mesin maka airnya akan
menjadi basa (pH diatas 8). Jadi biasanya koki airminum akan sangat hati-hati.
Oke,sampai dimana tadi. Nah,putuskan mesin
prosesnya dulu yaa. Tulisan berikutnya kita bahas tentang mesin packaging dan
layout produksi, hehehe.
Sampai jumpa dan selamat
datang di dunia airminumdalam kemasan.Cek harga paket Air Minum Dalam Kemasan kami disini: http://www.bosspacking.com

Komentar
Posting Komentar