Beberapa orang luar biasa dan nekat menanyakan ini kepada kami, “Pak berapa sebetulnya modal usaha pabrik air minum?”
Atau pertanyaan begini, “Pak saya sudah habis sekian ratus juta, apa yang harus saya bayar lagi?”Atau pertanyaan menyesal begini,”Ah andainya kemaren-kemaren bertemu Bapak.”
Oke, kami berikan bocoran agar Bapak Ibu sekalian dapat melakukan penganggaran dengan tepat. Daripada keluar dana sekian ratus juta rupiah dan pabrik air minum Bapak/Ibu belum juga beroperasi. Mendingan uang ratusan juta rupiah tersebut digunakan untuk berinfaq di jalan Allah atau serahkan ke Panti Asuhan terdekat. Kalau bingung, serahkan ke saya, hehehe.
Sebetulnya jika Bapak/Ibu mampu melakukan penganggaran di awal,maka dana yang dikeluarkan akan lebih efektif dan efisien. Caranya? Dengan menemukan supplier mesin,seperti mesin cup sealer, cuci-isi-tutup botol, mesin cuci-isi-tutup galon, mesin karton sealer,dan lainnya yang tepat. Dinas terkait yang benar-benar berwenang, dan karyawan yang betul-betul dipercaya juga akan sangat membantu. Saya beberapa kali menemukan karyawan yang dipercaya majikannya meminta up harga atas mesin yang dibeli majikannya. Kalau kasih diskon saya mau,tapi kalau naikin harga jujur saja kami tidak tega. So, kuasai bisnis anda dari hulu sampai ke hilirnya.
Untuk usaha pabrik air minum dalam kemasan, yang pertama kali Bapak/Ibu pikirkan adalah modal.
Iya dong, kalau modalnya kurang usaha
sulit berkembang, kalau kebanyakan mubazir, jadi cek dulu kantongnya.
Sedikitnya modal yang dibutuhkan Rp.700.000.000,- (Tujuh Ratus Juta Rupiah).
“Bisa dibawahnya nggak Pak?” Sangat bisa!
Percaya tidak
percaya usaha airminum dalam kemasan kami dahulu modal pertamanya
Rp.100.000.000, itu tahun 2010 yaa, bukan 2013, hehehe.
Nah, setelah mengukur kedalaman dompet, akan muncul alternatif, akan bekerjasama dengan orang lain apa dimodalin sendiri. Kalau kerjasama kecendrungannya mulai rame tuh pemodal kalau usaha sudah agak rame. Kalau masih sepi, mereka cuek bebek aja, jadi pertimbangkan orang yang anda ajak kerjasama.
Kedua, kalau
anda memutuskan memodali sendiri usaha anda, pertimbangkan dana darurat untuk menginjeksi usaha agar darah usaha (cashflow) tetap terjaga. Karena sifat usaha ini padat modal, utamanya
untuk bahan baku penolong. Sementara anda menjual mungkin malah dengan sistem termin dimana pembeli baru membayar dalam kurun waktu tertentu yang
artinya akan ada dana ngendon.
Bersambung ke Chapt.2
Nah, setelah mengukur kedalaman dompet, akan muncul alternatif, akan bekerjasama dengan orang lain apa dimodalin sendiri. Kalau kerjasama kecendrungannya mulai rame tuh pemodal kalau usaha sudah agak rame. Kalau masih sepi, mereka cuek bebek aja, jadi pertimbangkan orang yang anda ajak kerjasama.
Hal kedua yang perlu
dipertimbangkan adalah, sumber air yang akan
digunakan. Memiliki sumber air sendiri dibelakang rumah
atau di lahan Bapak/Ibu tidaklah cukup. Bawa sampel air tersebut ke
laboratorium terdekat. Bisa ke Universitas atau kantor Dinas Kesehatan
terdekat. Yang perlu di cek adalah kadar airnya. Kandungan Fisika dan Biologi.
Bersambung ke Chapt.2


Komentar
Posting Komentar